Jumat, 29 Mei 2015

Vespa Solidarity

Ya memang aksi solidaritas antarpengendara vespa yang jarang kita jumpai pada pengendara motor lain(khususnya merk jepang). Aksi saling bantu ini reflek dilakukan skuteris tanpa melihat komunitas, asal daerah, jenis vespa, gender bahkan strata sosial. Kekompakan pengendara vespa ini adalah bukti nyata dari slogan mereka, Satu Vespa Sejuta Saudara!

Solidaritas skuteris tak hanya terlihat dari cara mereka saling bantu di jalanan, tapi juga saling menyapa. Entah hanya dengan membunyikan klakson, mengacungkan jempol atau sekedar melempar senyum, semuanya dilakukan tanpa beban dan riang.
Solidaritas/kode etik tak tertulis antarpengendara vespa ini bisa kita jumpai di setiap daerah di Indonesia tanpa batasan apapun. Hebatnya, aksi ini berawal dari hati dan kuatnya persaudaraan pengendara vespa.
Gaya hidup komunitas vespa lebih berorientasi pada kebebasan. Ekspresi gaya hidup komunitas vespa ditampilkan melalui penampilan para Scooterist, seperti cara berbusana, gaya rambut, gaya berbicara, dan kebiasaan yang tampak dari para Scooterist serta model vespa yang mereka naiki. 




Solidaritas dalam komunitas vespa masuk dalam solidaritas sosial mekanik, dimana didasarkan atas persamaan, kepercayaan dan kesetiakawanan. Hal ini sejalan dengan prinsip yang dijalankan oleh komunitas vespa, dimana tidak ada kelompok-kelompok di dalamnya. Artinya dalam komunitas vespa semua sama tidak ada yang diistimewakan. 





Rasa solidaritas terhadap sesama Scooterist  diwujudkan dalam kesetiakawanan yang erat dalam komunitas vespa. Kesetiakawanan ini kemudian diwujudkan para Scooterist dengan perilaku yang selalu peduli terhadap sesama Scooterist.


Well! Akan sangat menyenangkan berkendara vespa bersama teman walaupun kita tidak mengenal siapa itu teman kita

Rabu, 27 Mei 2015

Tragedi HillsBorough

Tragedi HillsBorough

Suatu tragedi besar terjadi di Sheffield (Inggris), tepatnya di Hillsborough Stadium, yang melibatkan kerja pihak kepolisian setempat.

Tragedi yang menyisakan luka dan duka mendalam itu kini dikenal dengan tragedi Hillsborough. 96 orang meninggalkan dunia dan 766 orang lainnya mengalami luka-luka, yang menjadikan tragedi ini sebagai insiden terburuk dalam sejarah olahraga di Inggris dan di dunia. Tapi, selain fans berat Liverpool, tak banyak yang mengetahui bagaimana sejarah dari insiden ini, pengaruhnya dalam dunia sepakbola dan berbagai kontroversi yang ada di dalamnya.

Semua bermula ketika FA menunjuk Hillsborough Stadium sebagai venue laga semi-final Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest. Laga sendiri dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.00 pada 15 April 1989 di markas Sheffield Wedndnesday tersebut. 

Seperti biasanya, suporter dari masing-masing tim diposisikan terpisah. Fans Nottingham Forest ditempatkan di sisi utara dan timur dengan kapasitas 29.800, atau yang biasa dikenal dengan Spion Kop, sementara pendukung Liverpool ditempatkan di tribun Selatan dan Barat, Leppings Lane, dengan kapasitas 24,256 fans.

Di sini sudah telihat kejanggalan di mana Liverpool yang memiliki jumlah pendukung terbanyak mendapat jatah tempat duduk yang lebih sedikit dibanding pendukung Nottingham Forest. Pihak penyelenggara berdalih akan ada ruang khusus di Spion Kop yang dikosongkan untuk menjaga jarak dengan fans Liverpool.

Fakta di lapangan, menurut laporan media Inggris, pendukung Liverpool banyak yang ingin menyaksikan langsung laga tersebut. Alhasil, ada konsentrasi masa yang sangat besar di luar stadion. Kabarnya, setelah stadion terisi penuh, masih ada sekitar 5,000 fans yang memaksa masuk ke stadion.

Situasi ini membuat pihak kepolisian bertindak untuk mengendalikan situasi. Dua gerbang pintu keluar yang biasanya ditutup, akhirnya dibuka untuk fans bisa masuk ke stadion. Keputusan itulah yang diduga menjadi penyebab utama terjadinya tragedi Hillsborough, di mana ribuan fans menyerbu masuk ke stadion, yang memaksa mereka yang sudah terlebih dahulu masuk berada di tribun harus tertekan ke depan hingga akhirnya menjebol pagar pembatas dengan lapangan. Selain itu, pihak kepolisian juga dinilai bertanggung jawab karena tidak memecah konsentrasi massa pendukung yang berada di luar stadion, sehingga mereka bisa leluasa merangsek masuk.


Alhasil, di tribun terdepan, para pendukung Liverpool tergencet, terinjak, tertindih oleh pendukung lainnya. Pihak kepolisian pada saat itu juga tidak melakukan aksi yang banyak membantu, dan malah melarang fans masuk ke lapangan, meski situasi di tribun sudah sangat mengkhawatirkan. Dan akhirnya, karena tingginya intensitas suporter di tribun membuat pagar pembatas tak bisa menahan dorongan dari belakang dan tumbang. Fans akhirnya meluber hingga ke pinggir lapangan, dengan beberapa di antaranya dalam posisi yang mengenaskan dan terluka.


Pihak kepolisian juga lebih cenderung untuk mengamankan lapangan dan berusaha menjauhkan fans Liverpool dari pendukung Nottingham Forest. Padahal dalam insiden itu, banyak fans yang lebih membutuhkan pertolongan karena mengalami cedera dan luka-luka sebab dorongan dari belakang.



Pihak kepolisian juga tak banyak membantu dengan membatasi jumlah ambulans yang masuk untuk memberikan pertolongan. Setidaknya sudah ada 44 ambulans siap masuk untuk membawa mereka yang mengalami luka-luka dan cedera ke rumah sakit, tapi pihak kepolisian hanya membolehkan satu ambulans saja yang masuk ke stadion. Dan tercatat hanya 14 orang dari 96 korban meninggal yang bisa sampai ke rumah sakit.



Total, ada 94 orang, berusia antara sepuluh dan 67 tahun, meninggal di stadion, di ambulans atau sesaat setelah tiba di rumah sakit. Juga ada 766 orang mengalami luka-luka, di mana 300 di antaranya sempat dilarikan ke rumah sakit. Pada 19 April, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 95 setelah Lee Nicol, remaja berusia 14 tahun, yang hidupnya dibantu oleh sejumlah alat-alat penunjang kehidupan, gagal bertahan hidup. Jumlah tersebut bertambah pada 1993 setelah Tony Bland, pemuda berusia 22 tahun yang selama empat tahun terakhir koma, juga meninggal dunia.

Dari mereka yang meninggal, 79 di antaranya berusia 30 tahun atau lebih muda lagi. Dua saudara perempuan, tiga pasang saudara kandung dan ayah dan anak juga menjadi korban dalam insiden itu. Saudara sepupu dari Steven gerrard, Jon-Paul Gilhooley, juga menjadi korban di tragedi tersebut dan menjadi korban termuda. Karena tragedi tersebut, Gerrard sempat mengatakan insiden itu menginspirasinya untuk memimpin Liverpool dan menjadi pesepakbola top profesional

Tragedi ini begitu membekas di benak fans Liverpool dan keluarga besar sepakbola dunia. Alhasil, tak sedikit yang membuat prasasti tersendiri untuk memberikan penghormatan khusus kepada 96 korban meninggal. Ada lambang 'api' yang ditambahkan di logo klub Liverpool FC, untuk mengenang 96 korban meninggal dunia di tragedi tersebut. Sebuah prasasti juga didirikan di Hillsborough Stadium, saat peringatan kesepuluh tragedi tersebut pada 15 April 1999.



Tragedi ini juga diwarnai sejumlah kontroversi. Yang paling fenomenal adalah laporan dari Kelvin MacKenzie, editor dari surat kabar The Sun.  Empat hari setelah kejadian, MacKenzie mempublikasi artikel dengan judul 'The Truth' di halaman utama mereka, disusul tiga sub-headline "Sejumlah fans mencuri barang-barang korban", "Sejumlah fans mengencingi polisi pemberani" dan Sejumlah fans memukuli polisi yang sudah membantu".

Karena tulisan MacKenzie tersebut, harian The Sun menjadi media yang tak laku di Liverpool karena ulah fans Liverpool memboikot kebohongan tersebut. Dan The Sun akhirnya meminta maaf dalam sebuah artikel opini pada 7 Juli 2004, bahwa mereka telah membuat kesalahan terbesar dalam sejarah dengan mempublikasikan artikel tersebut. MacKenzie sendiri, yang menjadi editor The Sun kala itu, juga meminta maaf, namun baru dilakukannya pada 12 September 2012.



Mengenang Kembali Tragedi Heysel

Tragedi Sepak Bola : Heysel

Tragedi Heysel 25 tahun berlalu. Insiden di Stadion Heysel, Brussel, Belgia, 29 Mei 1985 silam adalah salah satu peristiwa mencengangkan di pesta sepak bola. Tragidi heysel terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 di mana pada saat itu tengah terjadi pertandingan antara Liverpool dan Juventus di Piala Champions (saat ini Liga Champions). Peristiwa ini merupakan sejarah buram persepak bolaan Inggris pada tahun itu, karena saat itu klub-klub Inggris sedang jaya-jayanya. Karena peristiwa ini pula tim-tim dari Inggris dilarang bermain di tingkat internasional selama 5 tahun lamanya.




Peristiwa ini bermula dari fans masing-masing klub yang saling mengejek dan melecehkan. Lalu tiba-tiba sekitar satu jam sebelum kick off kelompok hooligan Liverpool menerobos pembatas masuk ke wilayah tifosi Juventus. Tidak terjadi perlawanan karena yang berada di bagian tersebut bukanlah kelompok Ultras. Pendukung Juventus pun berusaha menjauh namun kemudian sebuah tragedi terjadi. Dinding pembatas di sektor tersebut roboh karena tidak kuasa menahan beban dari orang-orang yang terus beruhasa merangsek dan melompati pagar. Ratusan orang tertimpa dinding yang berjatuhan. Akibat peristiwa ini sebanyak 39 orang meninggal dunia dan 600 lebih lainnya luka-luka.





Meskipun terjadi peristiwa yang mengenaskan dengan jumlah korban yang begitu besar, panitia memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan. Kick off dilakukan setelah kapten kedua kesebelasan meminta penonton untuk tenang. Alasan lain adalah untuk meredam atmosfer kerusuhan yang mulai menyebar. 

Tifosi Ultras Juventus di bagian lain stadion sempat akan melakukan pembalasan. Mereka mencoba untuk bergerak ke arah pendukung Liverpool namun berhasil dicegah satuan keamanan.



Dengan dimulainya pertandingan maka suasana bisa mulai dikendalikan. Pertandingan itu sendiri dimenangi Juventus dengan hasil akhir 1 - 0. Michel Platini mencetak gol semata wayang Juventus dari titik penalti setelah Zbigniew Boniek dilanggar oleh pemain Liverpool.

Sebanyak 39 suporter sepak bola meninggal dalam peristiwa ini, 32 suporter Juventus, 4 orang warga negara Belgia, 2 orang Perancis serta seorang Irlandia.


Semoga dari kejadian ini tidak terulang lagi tragedi yang merenggut banyak nyawa manusia, karena sepak bola akan terasa indah tanpa adanya sikap anarkis.

Selasa, 12 Mei 2015

Riwayat Karir Fernando Torres

FERNANDO JOSE TORRES SANZ

Awal Mula Karir Dimulai
Torres lahir pada 20 Maret 1984 di FuenlabradaComunidad de MadridSpanyol. Ia mulai tertarik bermain sepak bola sejak kecil. Saat berusia 5 tahun ia bergabung dengan Parque 84. Ibunya, Flori Sanz setiap hari selalu menemani Torres saat berlatih sementaranya ayahnya, José Torres pergi bekerja. Kakeknya sebenarnya tidak terlalu berhasarat pada sepak bola, namun sangat bangga menjadi pendukung Atlético Madrid, yang juga diwarisi Torres sebagai pendukung klub tersebut.


Torres mulai bermain sepak bola sebagai seorang penjaga gawang, seperti kakaknya. Ketika berusia tujuh tahun, setelah terinspirasi dari karakter anime Kapten Tsubasa, ia mulai bermain sebagai penyerang dalam sebuah kompetisi sepak bola dalam ruangan bersama klub di dekat tempat tinggalnya, Mario’s Holland. Tiga tahun kemudian, ketika berusia 10 tahun, dia mulai bermain dalam pertandingan sepak bola 11-lawan-11 bersama Rayo 13. Ia berhasil mencetak 55 gol dalam semusim dan kemudian mendapat kesempatan untuk berlatih bersama Atlético bersama 12 pemain lain Rayo 13. Para pemandu bakat Atlético terkesan dengan penampilan Torres sehingga ia bergabung dengan akademi sepak bola klub tersebut saat berusia 11 tahun pada tahun 1995.

Atletico Madrid

Tahun 2001, Torres masuk ke tim utama Atletico Madrid. Setelah sebelumnya bermain untuk tim Atletico Madrid B, Torres memulai debutnya melawan tim Leganes. Lalu,memulai gol pertamanya melawan Albacete. Musim pertamanya bersama Atletico Madrid. Hanya Mencetak 6 Gol dari 36 pertandingan yang dijalani nya,tetapi Tim nya bisa promosi ke La Liga,tidak hanya itu Atletico Madrid berhasil Juara Liga Adelante,dan Runner-up Copa Del Rey. Torres pun sempat diminati Sevilla yang krisis striker. Torres pun menolak pinangan tersebut,bermain di La Liga.Pencapaian Torres fantastis,baru berumur 18 tahun sudah menjadi andalan Atletico Madrid,dari 31 pertandingan bersama Atletico Madrid bisa mencetak 22 Gol.



Torres pun menjadi ikon Atletico Madrid,yang dimana Torres berjanji setia.Fernando Torres membuat timnya mencuat di peringkat 6 Klasemen.Torres juga mencetak gol-gol penting ketika melawan tim raksasa La Liga.Contoh:ketika Atletico Madrid menahan Valencia di kandang sendiri dengan skor 1–1,Melawan tim Real Madrid sempat unggul walaupun akhirnya kalah di Santiago Bernabeu dengan skor 2–1.Melawan Barcelona dimana Torres mencetak dua gol ketika hanya kalah tipis 3–2 di Camp Nou.Yang paling fantastis mencetak Gol Salto ketika melawan tim raksasa Sevilla di kandang sendiri walaupun tertahan 2–2.Barcelona pun ditaklukan di kandang sendiri dengan dua gol Torres tanpa balas.Melawan Valencia,Torres dengan bangga hatrick dengan skor 4–1.Melawan Real Madrid di kandang sendiri harus tertahan 2–2,1 gol torres lewat kepalanya sempat unggul 2–1 atas Real Madrid.Sevilla dengan perkasa menaklukan Atletico Madrid di Ramon Sanchez Pinzjuan,dengan Skor 3–1,Gol Torres sangat indah dengan melakukan teknik Banana shot yang tidak bisa di tahan Andres Palop. Janji Torres yang setia harus patah karena Liverpool meminangnya pada tahun 2007,dengan harga 37 Juta Euro.

Liverpool





Di pertengahan tahun 2007, Torres resmi bergabung dengan salah satu klub yang menjuarai 18 kali Premier League, Liverpool. Torres memulai debut dengan kemenangan 2–1 atas Aston Villa. Dan ia bermain di Liga Championship pertama kali ketika melawan Toulouse di fase grup dengan menang 1–0. Gol debutnya terjadi ketika melawan raksasa Chelsea sempat unggul 1–0 lewat gol Torres, meski akhirnya tertahan imbang 1–1 di akhir pertandingan tersebut. Torres mencetak hattrick pertamanya ketika melawan Reading dengan skor akhir 4–2 untuk Liverpool. Torres pun meraih gelar Young Player Of The WeekDia mencetak gol pertama di Liga Championship ketika Porto di gunduli Liverpool 4–1.
Bersama dengan Liverpool, Torres menduduki peringkat ke-50 dari "50 pemain Liverpool terhebat" yang dibuat oleh majalah The Times, mengingat pengaruhnya yang dia berikan kepada Liverpool dalam waktu hanya satu setengah tahun bermain di sana.



Apa yang telah diberikannya kepada salah satu klub raksasa Inggris itu membuatnya jadi ikon Liverpool, dan Torres berjanji untuk tetap setia kepada Liverpool. Pemain berkebangsaan Spanyol ini pun meraih gelar Premier League Player Of The Month di bulan Februari. Musim pertama nya bersama Liverpool berakhir dengan 20 Gol bagi Torres di Premier League. Ia bahkan menjadi kandidat PFA Players' Player of the Year walau akhirnya yang terpilih Cristiano Ronaldo.
Dan kini Torres masih aktif bermain dan telah kembali kerumah bermain di klub tanah kelahiranya Atletico Madrid.

Biografi Band Blur

Blur adalah sebuah grup musik rock asal Inggris yang didirikan di Colchester pada tahun 1989 dengan nama Seymour di Goldsmiths College dari mantan personel suatu band yang bernama Circus. Sama seperti band inggris lainya Blur berlaliran musik Britpop (British Pop) sama seperti Oasis.



Anggota awal dari band ini adalah Damon Albarn sebagai vokalis/keyboardis, Graham Coxon sebagai pemain gitar dan back-vokal, dan Dave Rowntree sebagai pemain drum. Alex James kemudian bergabung sebagai pemain bass. Blur dianggap sebagai ikon dari aliran musik Britpop dan termasuk salah satu band yang sukses baik dari sudut pandang kritikus maupun komersil.


Pada tahun 2002, Graham Coxon meninggalkan Blur di saat mereka merekam album Think Tank. Blur kemudian menyelesaikan album tersebut pada 2003. Mereka juga melaksanakan tour dengan menyewa mantan gitaris The Verve, Simon Tong. Sejak akhir tour mereka pada tahun 2003, Blur menjadi tidak aktif karena anggotanya lebih berkonsentrasi pada proyek solo mereka masing-masing.
Di bulan November 2006 semua personel Blur kecuali Graham Coxon setuju untuk berkumpul kembali untuk membuat album terakhir mereka sebagai pertanda bubarnya Blur. Namun setelah band Blur resmi bubar sang vokalis Damon Albarn melanjutkan karir  musisi nya dengan membuat band baru Gorrilaz.

Biografi Band The Verve

THE VERVE

Bicara band British 90-an, pikiran para penggemar musikpasti  akan tertuju pada nama Oasis atau Radiohead. Jarang yang memikirkan nama The Verve. Teman penulis saja yang sepanjang hidupnya memelototi band-band luar negeri, sama sekali tidak mengenal The Verve dan lagu-lagunya. Padahal lagu-lagu dari band ini cukup sensaional seperti band British lainya.



Ya, The Verve, band ini cukup terkenal dan sensasional di Britania Raya. Terbentuk tahun 1989 di Wigan, Inggris. Personalnya terdiri dari empat orang: Richard Ashcroft pada vokal, Nick McCabe pada gitar, Simon Jones pada bass, dan Peter Salisbury pada drum. Belakangan turut bergabung Simon Tong pada keyboard.

Dalam perjalanannya, The Verve melahirkan empat album: A Storm in Heaven(1993), A Northern Soul (1995), Urban Hymns (1997), dan Forth (2008). AlbumUrban Hymns menjadi yang terbaik karena melahirkan lagu-lagu yang menjadi hits dunia: Bitter Sweet Symphony, Lucky Man, dan The Drugs Don’t Work.

Sebagaimana kebiasaan personal band British, personal The Verve juga sering mabuk-mabukan dan bersenggama dengan obat-obatan. Vokalis Richard Ashcroft dan drummer Peter Salibury bahkan hampir meninggal dunia di Amerika Serikat ketika mengadakan tour karena hal tersebut. Pertobatan kemudian terjadi pada 1997 yang tergambar melalui lagu The Drugs Don’t Work.



Lagu Bitter Sweet Symphony menjadi lagu terdahsyat karya The Verve. Sangat disukai anak muda dan para buruh pekerja. Menggambarkan tentang perjuangan hidup dan bagaimana manusia menjadi Iblis karena mencari uang. 



Unsur orkestra yang sangat kuat juga membuat lagu ini begitu terdengar sempurna di jamannya. Sama sempurnanya ketika kita mendengar lagu Viva La Vida karya Coldplay atau lagu One Day Like This karya Elbow di jaman sekarang.


Biografi Nirvana

Hello guys..
pada kali ini gue akan sharing tentang band legend asal negara adidaya atau Amerika Serikat yaitu NIRVANA.



Nirvana adalah nama sebuah grup band dari Kota Aberdeen, Washnington, Amerika Serikat, kemudian akhirnya mereka mendapatkan kesuksesan di Kota Seattle, Amerika Serikat, yang terkenal dengan aliran musik grunge, atau yang dikenal juga dengan Seattle Sound.

Nirvana mulai digemari, dan dikenal oleh dunia sejak dirilisnya album mereka yang berjudul Nevermind  dengan single yang dijagokan yaitu Smells Like Then Spirit, single ini membuat mereka mendapatkan trofi The Best Alternative/Rock Band dan sempat menduduki tangga nada pertama di Billboard Amerika. 

Nirvana terdiri 3 dari personil yaitu Krist Novocelic, Kurt Cobain, dan Dave Grohl . Band ini terpaksa bubar setelah (Menurut Buku biografi dari Kurt sendiri) Ia tewas dibunuh oleh istrinya sendiri yaitu Courtney. Namun rumor tersebut belum bisa dijadikan fakta oleh departemen setempat.



Grup ini dibentuk di Washington, Amerika Serikat, pada 1987. Semua lagu - lagu Nirvana diliris oleh sang vokalis Kurt Cobain dan Krist Novoselic yang mengisi bass dan yang mengisi posisi Drummer yaitu Dave Grohl.

Grup ini melepas album pertama mereka tahun 1989 di bawah sebuah label indie, lalu
Tahun 1991, Nirvana menandatangani kontrak dengan major label DGC dan melepas album kedua mereka NEVERMIND.

DGC memperkirakan bisa menjual album itu sekurang-kurangnya 250 ribu kopi saja. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Kesuksesan berkat lagu mereka Smells Like Teen Spirit yang mendongkrak angka penjualan sampai 400 ribu kopi hanya dalam 1 minggu. Betapa melejitnya Nirvana saat itu.

Berusaha mengulang sukses album pertama, album kedua yang bertajuk IN UTERO pun dirilis 2 tahun kemudian. Sayangnya pamor album ke 2 ini tak secemerlang yang pertama.
8 April 1994 adalah akhir dari sejarah Nirvana saat sang vokalis Kurt Cobain ditemukan meninggal di rumahnya di Seattle Washington.



 Beberapa album kompilasi mereka masih sempat dirilis beberapa tahun kemudian. Diperkirakan Nirvana telah menjual sekurang-kurangnya 50 juta kopi album mereka di seluruh dunia. Hingga saat ini band Nirvana masih terus dikenang dan Kurt Cobain menjadi sumber inspirasi dalam karyanya yang begitu emosional dalam pembuatan lagu pada liriknya.